Kapitalis

March 7th, 2006 by 666

Wake20up_1

Kubeli garam
dan kujual laut kepadamu
kubeli bebatuan
dan kujual sungai kepadamu
kubeli pepohonan
dan kujual mata air kepadamu
kubeli awan
dan kujual hujan kepadamu
hingga kubeli laut
dan kujual asin kepadamu

kau hanya melihat
dan aku berputar selalu

Jakarta, Februari 2001

NB: tulisan (Hafiz) diatas merupakan keadaan negara kita yg dituangkan kedalam sebuah karya sastranya. "Janganlah Jadi Budak Dinegeri Sendiri"

Coretan Tuk Bunda

January 1st, 2006 by 666

(durah_84@hotmail.com)

bunda, maafkan anakmu
yang selalu membebankanmu
yang selalu membuatkan
hatimu terguris…
oleh tingkahku yang
menyakitkan hatimu

bunda,
air matamu
membuatkan anakmu
merasa pilu
anakmu tahu kekecewaannmu
apabila dirimu melihat
anak-anakmu
berubah hilang arah dan
tujuan…

bunda,
jangan bersedih lagi bunda
sesungguhnya anakmu amat menghormatimu dan menyangimu
karena pengorbananmu yang terlalu besar untuk anak-anakmu
sehingga kami dewasa

bunda,
kami mengerti penat keluhmu
menjaga kami,
mendidik kami,
membelai kami dengan penuh kasih
sayang…
hingga tak terbatas budimu
hanya Allah sahaja
yang dapat membalas jasamu bunda
karena dirimu adalah RATU
dihati anak-anakmu…

Pesan dlm Mimpiku

December 26th, 2005 by 666

2121604836700l PESAN:
gadis ini menyelipkan bunga dalam mimpi
semalam sewaktu angkasa terpejam

gadis ini menyelipkan cinta dalam igauan
tadi pagi ketika fajar enggan berpijar

gadis ini menyelipkan asa dalam dengkur
tidur sampai ayam meninggalkan senja

gadis ini menyelipkan kerinduan
pada ketidakpastian

kesetiaan ini bersinar tanpa matahari

**666**

SURAT DARI SATAN UNTUK MU

December 24th, 2005 by 666

Angel_1 Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai
aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan
"Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak
sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat
ketempat tidurmu Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya. Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku
melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci
Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku
kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku
akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk
mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih
memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan
menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku
sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi
pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama, memaki orang,
mencuri, berbohong, munafik, makan
sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip,
manghakimi orang, menghujam orang dari belakang,
tidak hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk, TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah
mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa
hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku
menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan
tawa.

Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku
perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan
orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok,
mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan
hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka
akan menirunya, begitulah anak-anak.

Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk
menggoda mu lagi.

"Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi,
dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang
tinggal sedikit"

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu
sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya
memang agak aneh.

Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orng tolol yang
lebih baik dimata ALLAH.

Jam 3 Pagi…

November 23rd, 2005 by 666

Jam tiga pagi.. Dalam keheningan dan kesejukan pagi… kutinggalkan bantal dan tilam empuk.. lalu bingkas bangun.. menyahut panggilan bidadari.. lantas kucari kedamaian di hati… sujud padamu Ilahi..

Jam tiga pagi.. aku menghitung dosa silam.. zaman remajaku era beliaku.. diselaputi jahilliyah… Oh Tuhan betapa banyaknya dosaku…

Jam tiga pagi… air mata mengalir membasahi pipi.. aku takut azab nerakaMu.. aku pasti dan teramat pasti.. tubuhku yang kerdil ini tidak mampu… untuk menahan azabMu…. kerana dosaku setinggi gunung… sedangkan amalku sebakul cuma…

Jam tiga pagi.. kubayangkan azab neraka menanti.. dicampakkan ke bawah neraka.. meraungkan kesakitan teramat siksanya… paling minima… disarungkan sepatu api neraka.. lalu menggelegak otaknya… Oh Tuhan aku pasti tak mampu menahannya..

Jam tiga pagi.. air mataku kian deras… kubimbang jika Engkau tidak mengampuni dosaku… lebih bimbang jika taubatku ditolak.. jika ibadatku tidak diterima.. Solatku puasaku mau diletak dimana? Oh Tuhan segala kuserahkan padaMu..

Jam tiga pagi.. aku merayu dan merintis.. mohon keampunanMu.. terimalah taubatku.. aku tidak layak masuk syurgaMu.. namu tidak sekali-kali mampu… menahan siksa azab nerakaMu.. terimalah taubatku ya Allah…

Seperti Baru Kemarin

September 16th, 2005 by 666

13022000_1

Seperti baru kemarin kita lihat pesta kembang api …
Seperti baru kemarin kita dengar bunyi terompet bersahutan …
Dan sebentar lagi kita juga akan mengulang kembali cerita dan kejadian yang sama
Disadari atau tidak …
Sebenarnya kita sedang mengulang-ulang kenangan dan kejadian yang pernah terekam diotak kepala kita
Sadarkah kita pernah berkumpul seperti ini sebelumnya?!
atau ingatkah bahwa pembicaraan-pembicaraan yang kita lakukan sebenarnya sudah pernah terucapkan?!
Atau pernahkah terpikirkan bahwa perbuatan-perbuatan kita masih sama seperti malam-malam sebelumnya?!
Semuanya mampu membuat kita menangis …
Bersedih …
Tertawa …
Terbahak …

Detik … jam … hari … minggu … bulan … hingga tahun. Terus berjalan yang kemudian seolah menjelma seumpama hantu biyung yang mengejar kita
Justru karena ketidak mampuan kita memperlakukannya dengan baik!!!
Seandainya waktu adalah lembaran Koran berisi tulisan …
Berapa banyak lembaran dan cerita kita yang terbengkalai dan hanya berakhir dipasar-pasar …
Atau jika waktu seumpama tetes air, entah sudah dimana tetes air pertama kita saat ini?!
Aku, kamu, kita, kalian, mereka …
Pernahkan sekali waktu merewind sesaat kaset ingatan pada tape kepala kita …
Sudah berapa banyak kebaikan yang kita lakukan …
Berapa banyak kesalahan yang kita tinggalkan …
Atau pernahkah sejenak saja menyempatkan diri berpikir bahwa kita juga punya andil dibalik bencana yang mereka alami …
Disana terselip amarah karena kesalahan kita sebenarnya …
Semua karena murka tuhan yang kelewat sayang sebenarnya pada kita …

Sahabat, kawan, teman dekat, handai, tolan …
Aku hanya ingin mengajak kita merenung …
Sudahkan hari-hari kita lebih baik dari kemarin …
Sudahkah kita menjadi orang-orang yang beruntung …?!
Sudahkah kita menjadi orang yang taat pada tuhan …?!
Sudahkah kita menjadi orang yang berbakti pada orang tua …?!

TIDAAAAK!

Kita masih saja mengulang-ulag kersalahan yang kemarin, kita masih melakukanya dengan alasan kita sangat menikmatinya.
Belum … belum … kita belum beruntung. Tapi justru merugi, karena selalu saja terperosok dalam lubang yang sama …… dengan kesalahan yang sama ……. Dengan alasan yang sama pula!!!
Kita masih terlalu sering ingkar pada tuhan
Kita masih terlalu sering membodohi dan membohongi diri sendiri!
Berbakti?! Dengan menganggap mereka sebagai orang yang tak pernah mengerti keinginan dan cita-cita kita?!
Dengan menuding mereka sebagai orang yang selalu mengekang kebebasan dan kreatifitas kita

Kita seperti terpaksa untuk menangis …
Kita seperti terpaksa mengaku salah …
Kita masih terpaksa mengakui segalanya …
Mau tidak mau …
Kita belum ikhlas dengan mengakui semu kesalahan dan kemunafikan ini. Kita masih diperbudak oleh sisi diri kita sendiri …

Kita sombong …
Kita angkuh …
Telah berani menerima amanah tuhan untuk menjadi khalifah dimuka bumi.
Sedang matahari menyerah …
Sedang gunung menolak …
Disaat langit menggelengkan kepala …
Kita justru menerimanya

Malam Ini

July 29th, 2005 by 666

Malam ini kita kembali bersama
Dengan
2512dua botol bir di tangan kanan
lintingan tembakau di tangan kiri.
Mau apa kita sekarang?
Disini. Hanya disini.
Trotoar ini masih cukup luas untuk kita berdua
Masih cukup luas untuk kita bicara
Apa saja
Apa saja kita bicarakan
Masalahmu
Dan setumpuk masalahku
Tidak ada yang dengar. Tidak.
Paling-paling kecoa yang lewat di depan kita.
Bicaralah. Bicara saja.
Hanya Kau, Aku, dan kecoa itu.
Sedikit nostalgia tidak ada salahnya.
Waktu itu…
Waktu itu…

Hahaha!

Tertawalah. Tertawalah tentang kita.
Mungkin kecoa itu juga ikut tertawa. Siapa tahu.
Tak pernah kudengar kecoa tertawa.
Tertawalah sekeras-kerasnya.
Mumpung tidak ada polisi atau hansip yang menganggap kita gila
dan memasukkan kita ke rumah sakit jiwa.
Paling-paling orang-orang yang lewat.
Mereka juga tidak akan bilang kita gila.
Mereka ingin juga seperti kita.
Duduk disini. Di trotoar lembab ini.
Di tengah kepungan angin dingin ini.
Dan jangan lupa.
Botol bir di tangan kanan
Lintingan tembakau di tangan kiri.
Ha!!

Kita adalah raja-raja malam ini.
Kau, Aku, dan Kecoa itu.
Tak ada yang bisa menghentikan kita
Untuk bicara dan tertawa.
Tidak ada!

Hingga pada saatnya kita memaki diri sendiri.
Lalu memaki sang waktu.
Memaki segalanya!
Sialan!!

Hingga pada saatnya Kau ke kanan dan aku ke kiri.
Pada saatnya kita berjalan sendiri-sendiri
Tanpa tahu kapan kita bisa bicara lagi.
Tanpa tahu kapan kita bisa bertemu Kecoa itu lagi.
Tanpa tahu kapan kita bisa duduk-duduk di trotoar itu lagi.
Tanpa tahu kapan angin bisa berhembus dengan dingin yang sama seperti malam ini.
Tanpa tahu…

Ah…
Lebih baik kita bicara saja malam ini. Tertawa-tawa.
Siapa tahu besok kau bukan temanku lagi.

Tuhan, aku tak lagi bisa membaca

July 28th, 2005 by 666

Tuhan, aku tak bisa lagi membaca alif-alif itu, seperti retinaku telah koyak.
Menutup jendela juga pintu kamar, mendengar desis angin yang lewat bersama
alunan lagu-lagu pop. Lalu, suhu di ruangan meninggi, bersatu dalam kenangan,
akan masa kecil yang diseret-seret Bunda. Aku melesap, menjejakkan kaki dengan
ketergesaan yang memutus aliran darah nadi,

Tuhan, aku yakin kamu ada disini, mengatasi pengembaraanku
Bagai denyut-denyut yang tersembul, bergantian
Seperti lautan yang asin, menampari ombak, juga cahaya matahari
Mungkin, akulah ketololan itu, tak lagi membaca, tak lagi memahami bahasa sunyi
yang selalu ditinggali oleh alif-alif kecil itu

Maafkan Tuhan

July 28th, 2005 by 666

Tuhan..
kami sangat sibuk
Jadikan maafkanlah kami yang tak sempat
memikirkanmu

Tuhan
Bumi ini sangat indah
Jadi bumilah surga itu

Tuhan
Hidup ini sangat kejam
Jadi bumilah neraka itu
Tapi kami bingung
Orang hidup di sorga merasa hidup di neraka
Orang hidup di neraka merasa hidup di sorga

tuhan
kami sanbat sibuk jadi kami bingung
atau kami yang keliru

Kehidupan

July 20th, 2005 by 666

                Gw     Dunia adalah sebuah kehidupan yang didalamnya
terdapat kehidupan yang tertulis perjuangan hidup
yang telah dijalaninya ada yang baik, jujur dan
bahagia dan ada pula yang jatuh, melarat dan
sengsara. Bagi orang arif alam ini untuk menjadi
guru buat mengambil pelajaran, yang paling penting
dalam kehidupan bukan menikmati keuntungan
yang telah anda peloreh, sebab orang bodoh pun
bisa melakukan nya. Yang benar-benar paling
penting ialah bagaimana caranya mengambil
keuntungan dari kerugian anda. Untuk itu
diperlukan kecerdasan. Dan kecerdasan inilah
yang paling penting sebab membedakan antara
orang yang cerdas dengan orang yang dungu.
Wahai sahabat koe…….! apa yang tengah anda
cari dari kehidupan ini apakah kemewahan,
kedudukan, jabatan, pangkat atau yang lainnya
yang membuat anda bangga akan diri anda…..! tapi
perlu aku ingatkan kepada moe itu semua tidak
penting karena yang paling penting adalah
bagaimana anda menghargai hidup ini.

Wahai sahabat koe…! kehidupan ini bukan diukur
oleh waktu dimana kita hidup karena hidup yang
berarti itu adalah serentetan kesulitan dan
persoalan, yang harus dicari jalan pemecahannya,
kesulitan adalah batu asahan kehidupan, setiap
puncak kalir dicapai dengan jalan mengatasi
kesulitan-kesulitan. Yang paling penting dan kita
butuhkan dalam kehidupan adalah dimana ada
seseorang yang selalu memberi semangat untuk
melaksanakan hal-hal yang dapat kita kerjakan dan
adalah suatu kesalahan untuk membiarkan
kehidupan ini menjadi rumit. Kehidupan sebenarnya
sangatlah sederhana dan hanya dengan
memikirkannya secara positif, ia akan dapat
dikuasai. Memang kita menyadari kehidupan
terkadang susah untuk kita tebak karena
kehidupan bukanlah kuis atau lotre, kehidupan
adalah sesuatu hal dimana dalam kehidupan ini ada
realita yang harus kita jalani karena menjalani
kehidupan ini tidak segampang yang diperkirakan.
Wahai sahabat koe…! ingin aku menyampaikan
kepada moe kejarlah apa yang tengah anda
inginkan dan anda harapkan tetapi anda harus
ingat hidup tidaklah akan kekal karena suatu saat
kita pasti dipanggil oleh sang pencipta dan kita
harus rela melepaskan itu semua.
Harta, jabatan, pangkat atau pun seseorang yang
memang kamu sayangi dan kamu cintai hanya satu
yang anda akan bawa adalah amal baik dan amal
buruk moe…! sebelum hal ini terjadi maka kamu
harus bisa mana yang sebenarnya anda pantas
lakukan dan kerjakan untuk bekal anda kelak nanti.
Wahai sahabat koe….! roda hidup di dunia berputar
terus, tak ada yang tetap; hari ini duka, besok suka
hari ini bergembira, besok menderita. Dalam
pergolakan dunia kalau kita teledor kita jatuh,
janganlah dunia disalahkan tetapi periksalah apa
sebab kita jatuh berarti kita lupa akan putaran roda
tadi, ketika ada riang gembira karena putaran roda
dunia, lupa dan memikirkan bahwa di belakang
riang gembira, akan datang pula duka derita.
Wahai sahabat koe….! jangan lah anda salah jalan
karena kelak penderitaan dan kesengsaraan yang
akan anda dapat dari keselahan itu, tetapi
sebaliknya kalau anda benar jalan maka
kebahagian dan kesenangan yang akan anda
dapatkan kelak nanti….! camkan itu wahai sahabat
koe.